Liputan Sportfest PPI Karlsruhe 2011

Oleh Admin, PPIKA
May 12, 2011 3:19 pm

Kalau kita ditanya hal apa yang bisa membuat kami, sebagian warga Indonesia di Jerman, berkumpul di Karlsruhe meskipun dipisahkan jarak ratusan kilometer, kira-kira jawabannya apa ya?

Paling tidak ada satu alternatif jawaban yang jelas terlihat pada 4 Juni 2011 lalu: Sportfest!

Seperti tahun sebelumnya, Sportfest PPI Karlsruhe 2011 yang diadakan kedua kalinya ini berlokasi di Rheinstrandhalle Daxlanden dan mempertandingkan tiga cabang olahraga; voli, basket dan futsal. Sebulan lebih sebelum hari H, panitia yang diketuai Fahmi Inderawan sudah mulai krasak-krusuk mempersiapkan segala hal untuk Sportfest, mulai dari pencarian sponsor, konfirmasi lokasi, penyusunan jadwal acara, dsb. Tak kurang, rapat online maupun offline (re: ketemuan) beberapa kali diadakan. Inbox facebook dan e-mail panitia dipenuhi info-info perkembangan terbaru tentang persiapan Sportfest. Bahkan, atmosfir Sportfest sudah mulai terasa saat sie olahraga PPI Karlsruhe mengadakan Liga PPI Karlsruhe untuk cabang futsal dan latihan voli rutin yang diadakan tiap minggu. Salah seorang kawan sempat berkata, “Kita harus menang!”.

Tanpa terasa, hari H yang ditunggu-tunggu datang juga. Seluruh panitia mulai dikerahkan, ada yang sudah standby di Hauptbahnhof untuk menjemput tim peserta dari luar kota, beberapa juga mulai mendirikan tenda untuk bazar makanan Indonesia di depan hall, sedangkan sebagian yang lain memasang poster di beberapa lokasi dan mempersiapkan pendaftaran ulang.

Pukul 08.30 beberapa peserta dari luar kota sudah mulai berdatangan. Sapa-menyapa tak terhindarkan, tak peduli yang baru kenal maupun sudah kenal tapi lama tak bertemu. Panitia mulai sibuk mengarahkan peserta untuk segera mempersiapkan masing-masing timnya yang akan berlomba pada cabang bola basket sebagai cabang pertama yang akan dipertandingkan. Tak lama kemudian sekitar 12 kontingen dari berbagai kota di Jerman sudah hadir lengkap beserta ratusan suporternya. Munchen, Pirmasens, Frada, Heidelberg, Giessen, Saarbrucken, Mannheim, Stuttgart, Nordhausen, Kaiserslautern, Pforzheim, dan tentu saja Karlsruhe. Hampir seluruh kursi tribun hall diisi penuh oleh warga Indonesia, sampai seakan-akan kami berada di Indonesia.

Bazaar makanan

Bazaar makanan

Pertandingan bola basket putri dan putra dilangsungkan secara bersamaan dan memakan waktu hingga pukul 11.30. Pertandingan berlangsung seru dalam waktu 15 menit. Keringat para pemain mulai membasahi kostum kebanggaan. Diselingi teriakan dukungan dari suporter, masing-masing tim terus berjuang menambah skor hingga peluit panjang dibunyikan. Final bola basket putri berlangsung antara Karlsruhe melawan Frada yang dimenangkan oleh tim Karlsruhe sedangkan final bola basket putra berlangsung antara Frada melawan Karlsruhe yang dimenangkan oleh Frada. Cabang voli berakhir tepat saat makan siang.

Bazar masakan Indonesia yang berlokasi di depan hall tak ayal menjadi ajang mencurahkan rasa kangen lidah kawan-kawan dengan masakan Indonesia. Diisi dengan berbagai macam masakan khas Indonesia seperti nasi kuning, mi ayam, pempek, tempe mendoan, gado-gado, sate, dan lain-lainnya, warga Indonesia yang hadir segera menyerbu stan-stan yang sudah disiapkan panitia. Melihat jumlah massa ditambah dengan rasa lapar mereka yang cukup “mengerikan”, sebagian peserta dan supporter yang lain memutuskan untuk terlebih dulu menyelesaikan administrasi dengan perwakilan dari KJRI Frankfurt baik yang ingin daftar diri maupun memperpanjang paspor.

Fahmi bersama teman-teman dari FraDa

Fahmi bersama teman-teman dari FraDa

Tak lama setelah jeda berakhir, cabang voli segera menjadi korban berikutnya. Dengan sigap, panitia sudah menaikkan ring bola basket untuk kemudian memasang net voli di ketiga lapangan. Beberapa tim terlihat melakukan pemanasan. Pertandingan pertama cabang bola voli dimulai sekitar pukul 12.30. Masing-masing pertandingan dilakukan dalam satu set dengan system rally point hingga skor mencapai angka 21. Dengan demikian, tiap tim harus berusaha meminimalkan kesalahan yang dibuat atau tim lawan bakal mendapatkan poin tambahan. Tak terasa servis demi servis, smash demi smash, dan angka demi angka diperoleh dengan cepat. Karlsruhe berhasil memasukkan dua tim putra dan satu tim putri di semifinal, diikuti satu tim putra dan satu tim putri dari Frada. Situasi yang sama, penuh sorak-sorai dan semangat, juga dijumpai di final bola voli, baik di cabang putri maupun putra. Kalrsruhe keluar sebagai juara pertama untuk tim putranya dan Frada menang untuk tim putrinya, tentu saja setelah melalui pertandingan panjang melawan tim lawan yang juga tidak kalah tangguhnya.

Futsal sebagai cabang pertandingan terakhir juga tak kalah menariknya dengan cabang lain. Seluruh kontingen mengirimkan wakilnya dalam cabang ini. Pertandingan dilangsungkan dalam tiga grup, masing-masing timnya mendapat kesempatan bertanding dua kali melawan dua tim yang berbeda. Tiap pertandingan dilangsungkan selama 10 menit, waktu yang tidak banyak untuk sebuah tim untuk mencetak gol. Namun demikan, pertandingan babak awal antara Karlsruhe melawan Pforzheim sempat membuat penonton terpana karena Karlsruhe berhasil membobol gawang lawan dengan tiga gol, sekaligus menjadikan pertandingan ini sebagai pertandingan dengan gol terbanyak yang dihasilkan dalam satu kali pertandingan. Fenomena menarik lainnya ialah dilakukannya penalti untuk salah satu grup dikarenakan setiap tim memiliki hasil yang sama; kedua pertandingan berakhir seri. Frada berhasil mengirimkan dua timnya menuju semifinal diikuti Karlsruhe yang mengirimkan dua timnya. Ternyata kedua tim Frada berhasil mengungguli tim lain di semifinal. Akhirnya pertandingan final diisi pertandingan derbykedua tim dari Frada yang dimenangkan oleh Frada Biru via adu penalti yang berlangsung gayeng.

Sekitar pukul 20.00, acara ditutup dengan pembagian medali dan foto bersama untuk pemenang I, II dan III dari masing-masing cabang. Beberapa kontingen terlihat mulai meninggalkan hall, sambil berpamitan satu sama lainnya. Sebagian panitia mulai membereskan lapangan dan stan bazar. Meskipun sangat lelah, terlihat kegembiraan panitia maupun peserta. Mungkin karena mereka sama-sama berhasil melihat pesan yang tersirat dalam Sportfest kali ini: menjunjung tinggi sportifitas dan persaudaraan sesama putra-putri Indonesia.

Kami berangkat dengan harapan membawa pulang medali

Tak mendapat medalipun tak ada sesal di hati

Karena bertemu kawan baru sudah lebih dari cukup bagi kami

Audiens pertandingan futsal

Audiens pertandingan futsal


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *