Silaturahmi Delegasi Kementerian Pendidikan Nasional dengan PPI Karlsruhe dan Informasi Program Beasiswa IGPSP

Oleh Admin, PPIKA
May 18, 2011 3:21 pm

Silaturahmi Delegasi Kementerian Pendidikan Nasional dengan PPI Karlsruhe dan Informasi Program Beasiswa IGPSP

KARLSRUHE – Selasa, 17 Mei 2011 kemarin, PPI Karlsruhe berkesempatan untuk bertemu dengan tim Debt Swaps 5K dari Kementerian Pendidikan Nasional. Selain dalam rangka bersilaturahmi, mereka juga ingin memberikan informasi kepada para pelajar Indonesia di Jerman ini mengenai program beasiswa baru dari Diknas, yaitu IGPSP (Indonesian-German Post-Graduate Scholarship Program), yang ditujukan untuk para lulusan Magister dan Doktoral (untuk melanjutkan ke jenjang Doktoral maupun kepentingan penelitian setelah Doktoral)

Sekitar 25 orang pelajar Indonesia di Karlsruhe hadir dalam acara yang diselenggarakan pada pukul 19.00 CET (waktu setempat Jerman) dan bertempat di Ruang Seminar Institut für Wasser und Gewässerentwicklung (Institut untuk Air dan Pengembangan Perairan) Universitas Karlsruhe (KIT) ini. Jumlah peserta yang relatif tidak sedikit ini barangkali karena tim dari Diknas ini terdiri dari orang-orang yang cukup prestisius sebagai berikut:

  1. Dr. Gatot Hari Priosulistyo (Direktur Pusat Pendidikan ASEAN-SEAMOLEC)
  2. Dr. Yul Nazarudin (Atase Pendidikan Indonesia di Jerman)
  3. Dr. Agus Maryono (Direktur Magister Sistem Teknik UGM)
  4. Prof.Suwarno Harjo (Dekan STEI ITB)
  5. Dr. Dadet Pramadihanto (Rektor Politeknik-Elektro Negeri Surabaya)

Di samping diutus untuk mempromosikan program beasiswa IGPSP ini, mereka, yang sebagian besar memang lulusan universitas ternama Jerman (Aachen, Bochum, Karlsruhe, dll.), juga mempunyai misi untuk bernegosiasi dengan para profesor kenalan mereka sewaktu berkuliah di sini supaya dapat membantu menyukseskan program ini.

Acara berlangsung amat interaktif. Berbekal pengalamannya sewaktu berkuliah di Jerman, Pak Gatot dan kawan-kawan mampu menghadirkan sebuah acara pertemuan yang santai, tetapi tujuan tercapai. Beberapa kali gelak tawa para peserta sempat membahana, misalnya tatkala Pak Gatot bertanya, “Sudah punya pacar atau belum?” – sebuah pertanyaan yang cukup sensitif bagi para mahasiswa – pada Edwin Hartarto, mahasiswa Semester 2 jurusan Maschinenbau (Teknik Mesin) Universitas Karlsruhe.

Para Doktor ini juga tak lupa memberikan tips-tips yang amat bermanfaat selama berkuliah di Jerman. “Jalinlah komunikasi yang baik dengan para profesor selama berkuliah di sini, jangan takut dengan mereka. Seperti Profesor Franz Nestmann (Profesor yang mengepalai Institut ini), yang sampai begitu tertarik untuk ambil bagian dalam projek pembangunan instalasi air di Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia adalah contoh keberhasilan para pelajar kita membangun kerjasama dengan orang Jerman.”

Sayangnya, acara yang begitu menarik ini harus berakhir pada pukul 22.00 CET. Sebelum berpisah, para pelajar Indonesia di Karlsruhe sempat berfoto dengan tim Debt Swaps 5K Diknas ini.

Silaturahmi Delegasi Kementerian Pendidikan Nasional dengan PPI Karlsruhe dan Informasi Program Beasiswa IGPSP

Silaturahmi Delegasi Kementerian Pendidikan Nasional dengan PPI Karlsruhe dan Informasi Program Beasiswa IGPSP

Sekaligus sebagai informasi beasiswa kepada Rekan-rekan pembaca, pada bulan November tahun 2011 ini program beasiswa ini akan mulai diadakan. Info selengkapnya bisa dilihat di http://ds5k.kemdiknas.go.id/

Benar, 5k di sini adalah singkatan dari 5000. Dalam 10 tahun ke depan, Pemerintah Indonesia berencana memberikan 5000 beasiswa ke Jerman (500 per tahun) bagi mereka yang setelah selesai masa pendidikan nanti berjanji untuk menjadi dosen di Indonesia. Jika dibandingkan dengan DAAD yg sementara ini setiap tahunnya kurang lebih hanya mengirimkan 30 orang, angka 500 ini merupakan sebuah angka yang fantastis.

Melalui program ds5k ini, selain Indonesia akan mempunyai bibit-bibit doktor yang siap membangun negara, sesuai arti Debt Swaps, hutang luar negeri Indonesia terhadap Jerman akan dikurangi sebesar 2 kali lipat dari nilai kontrak yang nantinya disepakati.

Misalnya, nilai kontrak selama 5 tahun adalah 9,3 juta Euro (Rp 116 Milyar), maka hutang yang akan dihapuskan adalah sebesar 18,6 juta Euro (Rp 232 Milyar)

Karena program ini masih akan berjalan sampai 10 tahun ke depan, jangan khawatir bagi Rekan-rekan yang sampai saat ini masih jauh dari jenjang Magister.

Terbuka kesempatan yang lebar untuk menerima beasiswa ini, sebuah beasiswa yang mempunyai misi untuk mengurangi hutang negara sekaligus mencerdaskan kehidupan bangsa..

Siapa yang berminat??


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *