Liputan Sportfest 2013

Oleh Admin, PPIKA
June 10, 2013 3:06 pm

Sportfest 2013

Pada tanggal 8-9 Juni 2013, PPI Karlsruhe kembali mengadakan perlehatan tahunan Sportfest Karlsruhe yang dihadiri oleh mahasiswa/i Indonesia yang menempuh studi di berbagai kota di Jerman. Acara yang diselenggarakan di Sporthalle Rintheim ini mengundang 23 kontingen yang berkompetisi di empat cabang olahraga : basket, sepak bola mini (mini soccer), voli, serta badminton.

Persiapan Panitia

Panitia penyelenggara yang diketuai oleh Awal Kurniawan telah berusaha sejak jauh-jauh hari untuk mempersiapkan event yang juga menjadi ajang silaturahim mahasiswa/i Indonesia ini. Sejumlah rapat diadakan untuk memastikan ajang Sportfest ini terlaksana dengan lancar. Selain itu, PPI Karlsruhe mengadakan acara Liga PPI sebagai ajang “pemanasan” sebelum Sportfest selain latihan rutin sepak bola, bola voli, basket, serta badminton. Sebagai tambahan, acara jogging rutin  pun dilaksanakan demi menjaga stamina para “calon atlet” yang akan bertanding.

Pada dua hari Sportfest pun semangat para panitia tak berkurang. Mulai dari seksi dokumentasi yang mengambil momen-momen penting dalam pertandingan, seksi acara yang berusaha untuk memberikan pelayanan memuaskan kepada peserta dan penonton, maupun seksi K3 yang rela mengorbankan waktu tidur mereka untuk memastikan keamanan para tamu yang menginap di Sporthalle.

Liputan Sportfest 2013

Liputan Sportfest 2013

Strategi para Juara
Event pertama yang diselenggarakan adalah basket putri yang dimenangkan oleh Giessen. Kemudian, acara dilanjutkan dengan cabang basket putra. Setelah melewati beragam partai yang sengit, tim Frankfurt-Darmstadt (FraDa) berhasil menjadi juara pada cabang tersebut. “Kami latihan rutin, dan tim kami kompak. Jadi kami akrab bukan hanya di lapangan basket saja, tapi kami juga sering jalan-jalan serta nongkrong bareng”, begitu tutur kapten tim basket putra FraDa begitu ditanya tentang strategi tim mereka.

Hal lain diucapkan oleh kapten tim Gießen sebagai juara event bola voli putri. “Strategi kami? ‘Impor’ pemain dari kota lain! ” Tim voli putri yang baru mendapat medali juara di Sportfest Kalrsruhe kali ini pun bercerita bahwa hanya sedikit dari anggota mereka yang berdomisili di Giessen. Ditambah lagi, mereka tidak terlalu sering berlatih karena keterbatasan waktu. Oleh karena itu, gelar juara ini merupakan suatu kesenangan yang amat besar. “Seneng banget!” tutur tim juara ini.

Pada sore hari, sebuah acara tambahan pun diadakan: kompetisi tarik tambang. Tim Karlsruhe keluar sebagai pemenang setelah menyingkirkan lawan-lawan mereka yang terdiri dari tim gabungan berbagai kota. “Kerjasama yang luar biasa, juga berat yang luar biasa!” begitu jawab Aji dan Tindo selaku kapten dari tim Karlsruhe. Aji juga berkelakar bahwa  bidang tarik tambang merupakan bukti bahwa orang yang dianggap kelebihan berat badan juga bisa berprestasi.

Pada hari kedua, kompetisi pun kembali berlanjut. Tim Kalrsruhe berhasil menyabet medali juara dalam cabang mini soccer serta bola voli putra. Latihan rutin yang diselenggarakan setiap Kamis dan Jum’at pun membuahkan hasil.  Dengan ditambah satu kemenangan pada cabang badminton ganda putra, Karlsruhe pun resmi menjadi juara umum Sportfest kali ini.

Liputan Sportfest 2013

Liputan Sportfest 2013

Kuliner dan Warung Konsuler : Fitur “Rutin” Sportfest.
Selain rangkaian pertandingan yang mendebarkan, stan makanan yang digelar di depan Sporthalle pun menjadi daya tarik Sportfest Karlsruhe. Berbagai masakan Indonesia dan manca negara seperti ayam bakar, ketoprak, mie ayam,  dan okonomiyaki sukses memanjakan lidah para tamu di bawah sinar matahari.  Kuliner ini pun disukai oleh para tamu internasional yang datang. “Makanannya sedap!” puji seorang penonton dari Malaysia. Hal serupa juga dituturkan oleh pengunjung berkebangsaan Ekuador, Steban. “Ich habe ‘Ketoprak’ ausprobiert und es schmekt gut.” (“Saya sudah mencoba ‘Ketoprak’ dan rasanya enak.”) “Nasi Kuning ist lecker. Das gefällt mir sehr. ” (Nasi Kuning enak. Saya suka.”) ucap seorang tamu asal Jerman.

Di samping mengobati kerinduan para peserta dengan masakan tanah air,  momen Sportfest Karlsruhe pun dimanfaatkan para mahasiswa/i Indonesia yang melapor diri maupun memperpanjang paspor. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), seperti tahun sebelumnya, membuka Warung Konsuler untuk melayani persoalan birokrasi tersebut sebagai bentuk pelayanan yang diberikan kepada mahasiswa/i Indonesia. “Kami menggunakan sistem jemput bola, jadi kalau ada acara yang diadakan oleh adik-adik mahasiswa/i, KJRI mengusahakan waktu untuk datang dan membuka warung konsuler”, begitu ujar Bapak Ernest Prakarsa selaku perwakilan dari KJRI Frankfurt am Main. Warung Konsuler pun digunakan sebagai ajang silaturahmi KJRI dengan rekan-rekan mahasiswa/i Indonesia yang studi di Jerman.

Opini para Pengunjung

Para tamu yang datang pada Sportfest Karlsruhe tahun ini terbukti puas dengan perlehatan yang ada serta kagum dengan sportifitas yang ditunjukkan para peserta, di mana semangat ini bahkan bisa membuat penonton bernostalgia. “Saya salut dengan semangat olahragawan rekan-rekan mahasiswa/i yang bertanding di sini. Ini mengingatkan saya kepada masa muda saya sebagai peserta acara-acara olah raga di perusahaan saya dulu. ”, kenang salah satu orang tua mahasiswa yang hadir untuk menengok cucu, sekaligus menjenguk putra mereka.

Ich mag die Stimmung und die Begeisterung von den Studenten, besonders beim Basketballspiel, denn ich habe seit lange Basketballspiel nicht geschaut.” (“Saya suka atmosfer dan semangat yang diciptakan para mahasiswa, terutama pada pertandingan basket, sebab saya belum pernah melihat pertandingan bola basket sejak lama”), tutur Steban yang diundang ke Sportfest oleh  rekan-rekan mahasiswanya dari Indonesia. 

Namun demikian, hal terpenting dari ajang Sportfest ini adalah semangat persatuan yang ditunjukkan oleh para panitia dan para tamu yang hadir. Pekan olahraga tahunan ini, sejak terlaksananya tahun 2009, telah sukses menjadi ajang silaturahmi bagi rekan-rekan mahasiswa/i Indonesia yang menempuh studinya di Jerman. Selain bertemu teman lama, di Sportfest Karlsruhe pun kita bisa berkenalan dengan kawan-kawan baru dari lain kota. “Yang penting sih bukan dapat medali, tapi berpartisipasi dalam ajang Sportfest, serta bersilaturahmi dengan sesama rekan-rekan dari Indonesia” tutur Bowo, salah seorang peserta rutin Sportfest Karlsruhe. “Ich finde das gut, dass viele Studenten aus Indonesien hier gekommen sind.” (“Saya rasa, datangnya banyak mahasiswa dari Indonesia ke sini adalah hal yang bagus”), ujar seorang tamu berkebangsaan Jerman yang datang untuk mendukung tim mini soccer Stuttgart.

Ya, Sportfest Karlsruhe berhasil merealisasikan visinya sebagai ajang untuk memperkuat semangat persatuan para mahasiswa Indonesia serta meningkatkan sportifitas para peserta melalui pertandingan-pertandingan yang terlaksana di arena. Ucapan terima kasih patut diucapkan kepada segenap panitia, rekan yang berjualan di stan makanan,  atlet peserta, dan para pengunjung. Karena hanya dengan sinergi semua pihak inilah Sportfest Karlsruhe dapat terlaksana dengan sukses. Sampai jumpa di acara Sportfest selanjutnya !

Liputan Sportfest 2013

Liputan Sportfest 2013


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *