Studienkolleg

Oleh Admin, PPIKA
December 21, 2014 6:28 pm

Uni

Bagi lulusan SMA di Indonesia yang berminat untuk meneruskan studi di Jerman, sebelum mendaftar ke universitas kita diwajibkan untuk mengikuti program Studienkolleg selama kurang lebih 1 tahun. Sebagai catatan, orang Indonesia yang telah mendapatkan gelar sarjana dan ingin mengambil program master di Jerman tidak diwajibkan untuk mengikuti program Studienkolleg, tetapi hanya diwajibkan untuk mengambil kursus bahasa Jerman apabila jurusan yang diambil diselenggarakan dalam bahasa Jerman. Hal yang sama diberlakukan juga pada lulusan sekolah dengan kurikulum internasional di Indonesia. Beberapa Universitas menawarkan beberapa cara untuk masuk universitas mereka tanpa melalui studienkolleg seperti: memiliki nilai testDAF 5, lulusan international school, dll. Keterangan seputar perlu tidaknya seseorang memasuki Studienkolleg bisa dilihat langsung di syarat penerimaan Mahasiswa di website universitas yang dituju atau juga bila dia mengikuti program sekolah international / kuliah berbahasa inggris beberapa universitas memperbolehkan mahasiswanya masuk tanpa melalui jalur Studienkolleg.

List dan seputar Studienkolleg di Jerman bisa dilihat di link ini dan juga Studienkolleg Indonesia yang bisa dilihat di link ini.

Alasan dasar diperlukannya Studienkolleg adalah karena sekolah di Jerman berdurasi 13 tahun, sementara sekolah di Indonesia hanya berdurasi 12 tahun. Walau kini sistem pendidikan Jerman sejak 2012 telah menjadi 12 tahun juga. Dan juga beberapa sistem perhitungan, dll yang berbeda antara Indonesia dan Jerman. Contoh: tegangan listrik disimbolkan v dalam bahasa indonesia sedangkan dalam bahasa jerman disimbolkan dengan u. Lalu Oksigen dalam bahasa indonesia sedangkan dalam bahasa jerman Sauerstoff.

Untuk masuk Studienkolleg, diadakan ujian penerimaan yang disebut Aufnahmeprüfung. Dalam Aufnahmeprüfung ini, calon mahasiswa akan diuji kemampuan matematika dan bahasa Jermannya.

Studienkolleg dibagi berdasarkan pendalamannya menjadi T-Kurs untuk teknik, M-Kurs untuk kedokteran atau biologi, W-Kurs untuk bisnis manajemen dan ekonomi, S-Kurs untuk bahasa, dan G-Kurs untuk filosofi, sejarah, dan seni. Kurs yang harus diwajibkan tergantung pada jurusan yang akan ingin Anda ambil di universitas. Misal, untuk mengambil jurusan Maschinenbau (teknik mesin), Anda harus terlebih dahulu mengambil T-Kurs. Jika Anda ingin mengambil jurusan Medizin (kedokteran), Anda diwajibkan untuk mengambil M-Kurs. Tetapi jika Anda ingin mengambil jurusan Wirtschaftsinformatik (informatika bisnis), Anda diperbolehkan untuk mengambil T-Kurs atau W-Kurs.

Kebanyakan universitas besar menawarkan kelas Studienkolleg, termasuk Karlsruhe. Lulusan Studienkolleg Karlsruhe diperbolehkan untuk mendaftar pada universitas manapun, dan kebalikannya, untuk mendaftar di universitas Karlsruhe, Anda diperbolehkan mengambil program Studienkolleg dimanapun, termasuk di Indonesia yang diselenggarakan oleh Yayasan Jerman Indonesia (YIJ) yang merupakan cabang dari Studienkolleg dari Universitas Hannover. Untuk kelebihan dan kekurangan mengikuti program Studienkolleg di Indonesia dan di Jerman pada dasarnya tergantung dari pelajar itu tersebut.

Pada akhir program Studienkolleg akan diadakan Feststellungsprüfung. Nilai dari Feststellungsprüfung akan digunakan sebagai acuan kualifikasi Anda yang akan menentukan diterima atau tidaknya Anda di jurusan-jurusan dan universitas-universitas yang Anda daftar. Pelajaran yang diuji pada Feststellungsprüfung bergantung pada jenis Kurs yang Anda ambil:

 

T-Kurs: Bahasa Jerman, matematika, fisika, informatik (di beberapa Studienkolleg) dan kimia.

M-Kurs: Bahasa Jerman, matematika, fisika, kimia, dan biologi.

W-Kurs: Bahasa Jerman, matematika, ekonomi (masyarakat dan dalam usaha), dan sosiologi.

S-Kurs: Bahasa Jerman, bahasa Inggris, sejarah, dan sosiologi.

G-Kurs: Bahasa Jerman, sejarah, literatur Jerman, dan sosiologi.

 

Program Studienkolleg pada dasarnya berjangka waktu 2 semester. namun Para mahasiswa akan diberi waktu selama maksimal 4 semester untuk menyelesaikan program Studienkolleg tersebut dan maksimal mengikuti Feststellungsprüfung ini sebanyak 3 kali. Walau Anda berpindah-pindah Studienkolleg jatah mengikuti Feststellungsprüfung ini tetap secara total 3 kali (berlaku akumulatif).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *